FUNGSI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
Fungsi Pendidikan di Luar Sekolah. Mengutip buku Desain Perencanaan Program Pendidikan Luar Sekolah (Kompilasi Desain Program Pelatihan, Penyuluhan, dan Pemberdayaan) oleh Shomedran, SPd. Fungsi pendidikan di luar sekolah menurut UU No. 23 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 26 adalah sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.
- Sebagai Pelengkap (Complementary Education). Berfungsi melengkapi kemampuan peserta didik dengan memberikan pengalaman belajar yang tidak diperoleh dalam kurikulum pendidikan sekolah.
- Sebagai Penambah (Supplementary Education). Bertujuan untuk menyediakan kesempatan belajar kepada mereka yang ingin memperdalam pemahaman dan penguasaan materi tertentu yang diperoleh selama mengikuti program pendidikan tersebut, memperluas pemahaman terhadap materi yang diperoleh dari jenjang pendidikan sekolah, dan mereka yang mempunyai kebutuhan belajar untuk memperoleh pengetahuan baru dan keterampilan yang berkaitan dengan lapangan pekerjaan atau keterampilan diri di masyarakat
- Sebagai Pengganti (Substitute Education). Pendidikan luar menyediakan kesempatan belajar bagi anak-anak atau orang dewasa yang berbagai alasan tidak memperoleh kesempatan untuk memasuki pendidikan sekolah.
Contoh: pendidikan kesetaraan, yaitu Kelompok Belajar (Kejar) Paket A setara SD untuk anak usia 7-17 tahun, KejarPaket B setara SMP 13-15 tahun, dan Kejar Paket C setara SMA bagi remaja usia SMA. Setelah peserta didik menamatkan studinya dan lulus ujian akhir, mereka memperoleh ijazah yang setara SD, SMP, dan SMA.
Dari uraian fungsi tersebut, dengan adanya keberadaan pendidikan luar sekolah di masyarakat sangat diperlukan dan diharapkan untuk dapat membantu dan menolong masyarakat dalam hal ini untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan.
Pada implementasinya program pendidikan di luar sekolah sangat berbeda dengan pendidikan lain (formal dan informal), karena pendidikan di luar sekolah ini lebih praktis, fleksibel, waktu singkat dan cangkupannya luas.
Pendidikan Luar Sekolah merupakan salah satu cabang ilmu pendidikan yang mempelajari Pendidikan masyarakat, Pendidikan Non Formal dan pengembangan masyarakat. Dalam bidang Pendidikan luar sekolah banyak melibatkan konsep, pengembangan masyarakat, kewirausahaan, pelatihan dan kursus. Bidang Pendidikan luar sekolah memegang peranan penting dalam mengembangkan masyarakat agar memiliki kualitas dan kompetensi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.
Pendidikan luar sekolah (Out of school education) adalah program pendidikan yang dirancang untuk membelajarkan warga belajar agar mempunyai jenis keterampilan dan atau pengetahuan serta pengalaman yang dilaksanakan di luar jalur pendidikan formal (persekolahan). Pendidikan luar sekolah mempunyai semboyan atau moto yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang cerdas, terampil dan mandiri.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
TOKOH TOKOH FILSAFAT
Pendidikan dihadapkan pada perumusan tujuan yang mendasar dan mendalam, sehingga diperlukan analisis dan pemikiran filosofis. Selain perumusan tujuan, seluruh aspek dalam pendidikan mul
FILSAFAT DALAM PARADIGMA ILMU DAN AGAMA
Filsafat jika ditinjau lebih mendalam lagi bukan sekedar ilmu logika yang lebih mengedepankan rasionalitas, karena filsafat merupakan pondasi awal dari segala macam disiplin keilmuan ya
TEORI TEORI DALAM FILSAFAT ILMU
Manusia selalu berusaha menemukan kebenaran. Banyak cara telah ditempuh untuk memperoleh kebenaran, antara lain dengan menggunakan rasio seperti para rasionalis dan melalui pengalaman a
TOKOH KUNO KARANGLEWAS BANYUMAS
DEWI CIPTA RASA BINTI ADIPATI KANDODOHO RADEN BANYAK CATRA (RADEN KAMANDAKA) BIN RAJA SILIWANGI RADEN BANYAK WIRATA BIN RA
TOMBOL SHORTCUT PADA KEYBOARD
Komputer/PC/Laptop/Notebook dll lengkap. Fungsi tombol pada keyboard komputer pasti memiliki peranannya masing-masing. Keyboard pada komputer berperan sebagai penghubung antara mesin &
METODE ILMIAH DALAM PENELITIAN
Metode Ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Senn, memandang metode sebagai prosedur atau cara mengetah
PARADIGMA PENELITIAN KUALITATIF
Paradigma kualitatif bersifat induktif, yaitu pada ranah empirik melakukan amatan terhadap fakta atau peristiwa untuk membentuk dan memodifikasi dalil serta menata dalil menjadi t
PARADIGMA PENELTIAN KUANTITATIF
Paradigma adalah seperangkat asumsi tersurat dan tersirat yang menjadi gagasan-gagasan ilmiah (Ihalauw, 2004). Lebih lanjut dijelaskan bahwa paradigma bukan masalah salah atau benar, me
KUANTITATIF DAN KUALITATIF
Penelitian kuantitatif dan kualitatif memiliki perbedaan paradigma yang amat mendasar. Penelitian kuantitatif dibangun berlandaskan paradigma positivisme dari August Comte (1798-1857),
DASAR DASAR PENDIDIKAN
TAKE HOME EXAME MATA KULIAH : DASAR-DASAR PENDIDIKAN Jelaskan makna pendidikan bagi manusia dan mengapa pendidikan perlu untuk manusia? Jelaskan pengertian pendidikan menurut